Daftar berikut ini saya buat beberapa tahun lalu, dan saya makin masih akan berguna untuk mahasiswa Indonesia yang tengah mencari-cari informasi universitas di Amerika Utara untuk studi S3/PhD.  Tolong beritahukan melalui komentar jika ada link yang putus.


ALABAMA

 


ALASKA

 


ARIZONA

 


ARKANSAS

 


CALIFORNIA

 


COLORADO

 


CONNECTICUT

 


DELAWARE

 


DISTRICT OF COLUMBIA

 


FLORIDA

 


GEORGIA

 


HAWAII

 


IDAHO

 


ILLINOIS

 


INDIANA

 


IOWA

 


KANSAS

 


KENTUCKY

 


LOUISIANA

 


MAINE

 


MARYLAND

 


MASSACHUSETTS

 


MICHIGAN

 


MINNESOTA

 


MISSISSIPI

 


MISSOURI

 


MONTANA

 


NEBRASKA

 


NEVADA

 


NEW HAMPSHIRE

 


NEW JERSEY

 


NEW MEXICO

 


NEW YORK

 


NORTH CAROLINA

 


NORTH DAKOTA

 


OHIO

 


OKLAHOMA

 


OREGON

 


PENNSYLVANIA

 


RHODE ISLAND

 


SOUTH CAROLINA

 


TENNESSEE

 


TEXAS

 


UTAH

 


VIRGINIA

 


WASHINGTON

 


WEST VIRGINIA

 


WISCONSIN

 


CANADA

 

Salah satu pertanyaan yang sering saya dengar dan terima adalah

Saya tertarik bekerja di CERN/Fermilab/<laboratorium fisika partikel lain> sebagai fisikawan partikel eksperimen. Bagaimana saya bisa menjadi fisikawan partikel eksperimen, sedangkan di Indonesia tidak ada kegiatan penelitian bidang fisika partikel eksperimen ?

atau variasi dari pertanyaan seperti itu. Jawaban untuk pertanyaan di atas adalah: Dengan menempuh program pendidikan doktor (S3) dalam bidang fisika partikel eksperimen.

In merupakan titik masuk pertama untuk karir dalam bidang fisika partikel eksperimen (FPE). Karena saat ini di Indonesia tidak ada kegiatan penelitian dalam bidang FPE, maka pendidikan doktor dalam bidang FPE harus ditempuh di luar negeri. Langkah-langkah yang diperlukan adalah:

  1. Mempersiapkan untuk menempuh pendidikan S3 dalam bidang fisika partikel eksperimen.
  2. Mencari dan mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan S3 dalam bidang fisika partikel eksperimen.

Langkah (1) secara singkat adalah menyelesaikan pendidikan pra-doktoral (S1 dan mungkin S2) yang sesuai untuk meneruskan ke S3 bidang fisika partikel eksperimen.

Mungkin sekilas tampak mustahil (Bagaimana mungkin meneruskan S3 fisika partikel eksperimen kalau di Indonesia tidak ada kegiatan penelitiannya?). Namun kenyataanya: LIMA orang Indonesia telah berhasil menyelesaikan S3 dalam bidang fisika partikel eksperimen. Jadi ada bukti nyata bahwa ini bukan hal yang mustahil. Pengalaman yang sudah menyelesaikan: Ini tidak mudah. Namun juga tidak mustahil.

Sebelum meneruskan ke artikel berikut dalam seri ini, saya rekomendasikan anda juga membaca tulisan saya tentang bekerja di CERN. Artikel tersebut memberikan ilustrasi / gambaran kasar tentang bekerja di CERN dan bagaimana mencari jalan ke arah itu.

Pertama-tama, perlu dibedakan antara bekerja di CERN dan bekerja untuk CERN:

  1. Bekerja di CERN: Ini berarti lokasi kerja adalah di CERN/Jenewa, namun tidak berarti digaji oleh CERN.
  2. Bekerja untuk CERN: Ini berarti bekerja sebagai pegawai CERN, digaji oleh CERN, dan lokasi kerja juga di CERN.

Bekerja di CERN

Untuk yang ini ada banyak sekali jalan. Yang termudah adalah dengan menjadi mahasiswa PhD atau peneliti pascadoktoral. Ada ratusan universitas dan lembaga penelitian yang aktif terlibat dalam penelitian di CERN, dan saya tidak akan bisa menuliskan semuanya disini. Penelitian-penelitian di CERN terutama dilakukan dalam bidang:

  1. Fisika partikel elementer eksperimen (Experimental particle physics).
  2. Teknologi informasi dan komputasi (Information technology and computing).
  3. Rekayasa. Terutama teknik mesin, teknik elektro, teknik fisika (Engineering. Especially: mechanical engineering, electrical and electronic engineering, engineering/applied physics). CERN memang bukan merupakan pusat penelitian dalam bidang rekayasa, namun dalam operasi sehari-hari memerlukan dukungan staf insinyur yang sangat banyak.
  4. Fisika akselerator (Accelerator physics).
  5. Fisika medis (Medical physics).

Masalah utama yang dihadapi siswa asal Indonesia adalah: Mereka tidak tahu bagaimana mencari peluang beasiswa PhD atau lowongan pekerjaan pascadoktoral bidang2 tersebut! Untuk hal ini memang harus rajin mencari.

  1. Pertama-tama, identifikasikan universitas atau lembaga penelitian yang memiliki program penelitian yang terkait dengan/berlokasi di CERN. Ini ada ratusan. Daftar komprehensif tersedia di http://greybook.cern.ch/
  2. Pikirkan apa topik penelitian dan/atau eksperimen yang ingin anda ikuti. Ada puluhan eksperimen/topik penelitian di CERN. Cari informasi tentang eksperimen seperti ATLAS, CMS, akselerator LHC, akselerator ISOLDE, etc. Beberapa sumber informasi yang saya sarankan adalah laporan tahunan CERN (http://library.web.cern.ch/library/library/AnnualReport.html), kemudian majalah CERN Courier atau Symmetry, blog fisika Quantum Diaries atau Cosmic Variance.
  3. Untuk beasiswa dari universitas, bisa mencari ke website universitas, website departemen Fisika, website lembaga pemberi beasiswa dari negara tersebut (misalnya NUFFIC untuk Belanda, DAAD untuk Jerman), atau website di portal2 fisika seperti Physics Today, Physics World. Banyak tempat tersebut juga memiliki account twitter atau facebook.
  4. Untuk posisi peneliti pascadoktoral, ini harus mencari ke portal2 pekerjaan dalam bidang fisika. INSPIRE HEPJobs, Physics Today, Physics World, program Marie Curie atau Uni Eropa, dan banyak website lab2 menyediakan informasi lowongan kerja. Demikian pula terkadang website universitas atau grup penelitian menyediakan informasi lowongan kerja.
  5. Kemungkinan besar bidang yang anda tekuni di Indonesia tidak terkait langsung dengan 5 topik inti penelitian di atas. Adalah tugas anda untuk: (a) Mencari hubungan atau kaitan meski tidak langsung atau (b) Berani berganti bidang penelitian dan keluar dari zona nyaman!

Bekerja untuk CERN

Selain point2 di atas mengenai topik penelitian/pekerjaan dan bagaimana mencarinya, perlu diingat bahwa CERN saat ini hanya menerima warganegara dari negara-negara anggota CERN sebagai pegawai tetap.

Untuk warga negara Indonesia, kesempatan kerja untuk CERN hanya tersedia melalui Fellowship program, yakni posisi kerja sementara (max 2 tahun, bisa diperpanjang 6-12 bulan). Silakan mencari informasi di website CERN bagian employment.

Terkadang ada pula program dari Marie Curie atau Uni Eropa yang membiayai posisi Fellowship, ini bisa dilihat di website Marie Curie atau Uni Eropa.

Terakhir: Google is your friend! I am just one person and I can’t answer questions from everybody. Read carefully what I wrote above, think about it, play with Google, read more, play with Google again. Ask your physics professors/teachers. There is so much information out there that it will be redundant for me to repeat here. I probably cab and more willing to help once you have a rather specific and clear plan. But if you still figuring out and don’t really know what you want: Please find out more first.


Lokasi: Ruang Sinema, Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia

Waktu: Selasa, 26 Juni 2012, 14:00 – 16:00

Pembicara: Professor Emmanuel Tsesmelis. Senior Physicist at CERN Directorate Office and Visiting Professor at Oxford University.

Abstract:

CERN is the European Laboratory for Particle Physics, the world’s largest particle physics research centre. Founded in 1954, the Laboratory was one of Europe’s first joint ventures and has become a premier example of international collaboration. CERN’s subject of study is pure science and is concentrated on exploring the Universe’s most fundamental questions, such as “What is it made of?” and “How did it come to be the way it is?” The Laboratory’s high-tech tools, its particle accelerators and particle detectors, are amongst the world’s largest and most complex scientific instruments. The Large Hadron Collider (LHC) is CERN’s latest large accelerator project and it has launched a new era of research in particle physics.

In this seminar, the Laboratory’s primary aims in fundamental discovery science, research and development for innovative technology, as well as education and training initiatives, will be presented. Opportunities for international collaboration with CERN will also be outlined.

Latar Belakang Acara:
Professor Tsesmelis adalah penasehat Direktur Jendral CERN untuk hubungan kerjasama CERN dengan negara-negara Asia Tenggara. Dalam kapasitas ini beliau telah berhasil membangun dan mewujudkan kerjasama CERN dengan Thailand dan Vietnam; dan tengah merintis kerjasama dengan Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Acara ini merupakan bagian dari kunjungan resmi Prof. Tsesmelis ke Indonesia, yang juga merupakan kunjungan resmi pertama wakil CERN ke Indonesia. Adalah sebuah kehormatan bagi Universitas Indonesia untuk menjadi kampus universitas pertama dan satu-satunya yang dikunjungi dalam kesempatan ini.

Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Duta Besar RI di Jenewa untuk PBB dan Organisasi Internasional pada tanggal 9 Januari 2012. Foto-foto kunjungan tersebut dapat dilihat di website resmi CERN.

http://cdsweb.cern.ch/record/1416348

Dalam kunjungan ini acara Prof. Tsesmelis meliputi:

- Audiensi dengan Menteri Negara Riset dan Teknologi.
– Audiensi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
– Audiensi dengan Pimpinan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
– Audiensi dengan Pimpinan Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI).
– Kunjungan ke fasilitas dan laboratorium penelitian LIPI dan BATAN di Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek Serpong).
– Kuliah umum dan ramah tamah dengan sivitas Universitas Indonesia.

Tanggal 30 Maret 2010  sekitar pukul 1 siang Geneva (6 sore Jakarta), tim operasional CERN LHC berhasil menumbukkan proton-proton pada energi 7 TeV untuk pertama kalinya. Siaran pers dari CERN bisa dilihat dibawah ini.

http://press.web.cern.ch/press/PressReleases/Releases2010/PR07.10E.html

Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, kini saatnya untuk mulai melihat dan menganalisis data … eksperimen LHC akan berjalan selama 10-20-30 tahun sehingga rekan-rekan muda yang membaca posting ini dapat berpartisipasi kelak di masa depan.

Berita ini disampaikan melalui siaran pers Humas CERN tanngal 23 Maret 2010 :

http://press.web.cern.ch/press/PressReleases/Releases2010/PR06.10E.html

Ringkasan: CERN telah mengumumkan bahwa pada tanggal 30 Maret LHC akan
mencoba untuk menumbukkan berkas partikel pada energi total 7 TeV pada tanggal
30 Maret 2010. Media-media massa besar dari seluruh penjuru dunia telah
merencanakan liputan langsung acara ini.

Direncanakan akan diselenggarakan webcast langsung dari lokasi CERN di Geneva.

http://webcast.cern.ch/lhcfirstphysics/
http://press.web.cern.ch/press/lhc-first-physics/schedule/webcast/

CMS juga akan berpartisipasi, perhatikan situs berikut ini:

http://cms.web.cern.ch/cms/News/2010/7TeVCollisions.html

Tanggal 3 Februari CERN mengumumkan secara resmi rencana pengoperasian LHC untuk tahun 2010-2011.  LHC akan dijalankan secara terus menerus selama 18 hingga 24 bulan pada energi 7 = 3.5 + 3.5 TeV. Kemudian LHC akan memasuki tahap istirahat panjang (diperkirakan sekitar 1 tahun) untuk memperbaiki dan mempersiapkan LHC untuk beroperasi pada energi 14 = 7 + 7 TeV.

Terdapat beberapa pertimbangan teknis, logistik, maupun prospek masa depan riset yang mendasari keputusan ini. Penjelasan lengkap dapat dilihat pada slide dalam presentasi dari manajemen CERN kepada warga CERN tanggal 5 Februari lalu.

http://indico.cern.ch/conferenceDisplay.py?confId=83135

Keputusan ini memiliki beberapa arti:

- Masa pengoperasian yang panjang memberi kesempatan bagi eksperimen LHC (ALICE, ATLAS, CMS, LHCb) untuk mempelajari dan melakukan kalibrasi detektor.

- Jangkauan / kemampuan LHC untuk membuktikan keberadaan/ketidakberadaan Higgs menurun dibandingka jika LHC beroperasi pada 7+7 TeV. Demikian pula dengan pencarian partikel baru seperti dimensi ekstra, supersymmetry, dan lain-lain.

- Data dari masa pengoperasian yang panjang ini akan cukup untuk ratusan disertasi, paper, dan analisis  dengan berbagai topik. Analisis data fisika partikel eksperimen membutuhkan waktu sangat lama, antara beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Sebagai contoh, hingga tahun 2010 masih ada paper baru diterbitkan dari eksperimen terkait akselerator LEP di CERN yang resmi ditutup pada tahun 2000! Meskipun LHC masuk ke dalam masa istirahat panjang setelah 2010-2011, tidak berarti fisikawan LHC akan berhenti melakuan penelitian. Analisis data akan dimulai semenjak hari pertama data direkam, dan akan terus berlangsung hingga lama setelah pengambilan data berakhir.

- Dan tentunya .. masa-masa 18 hingga 24 bulan mendatang akan merupakan salah satu masa paling sibuk, berat, dan penuh tantangan.   Tidak hanya bagi saya, tapi bagi seluruh anggota masyarakat LHC, baik di CERN maupun seluruh dunia!

Tahun 2010 akan menjadi tahun awal dari masa berlangsungnya eksperimen fisika di CERN LHC, sebuah masa yang diperkirakan berjalan paling tidak 10-15 tahun bahkan bisa hingga 20 atau 30 tahun. Masa-masa dimana penemuan-penemuan besar dalam fisika partikel akan terjadi. I’m looking forward to be part of those times when discoveries and histories in physics are being made.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.