Fisika Partikel Elementer (Elementary Particle Physics)  mengkaji dunia mikroskopik, dunia zarah-zarah, pada jarak yang sangat kecil, jutaan kali lebih kecil dari lebar rambut manusia. Istilah lain yang sering digunakan adalah Fisika Energi Tinggi (High Energy Physics). Sebagian besar orang di Indonesia hanya mendengar atau mengetahui tentang dunia mikroskopik dari media massa atau cerita fiksi ilmiah (seperti serial televisi Star Trek atau film bioskop Star Wars dan Angels and Demons). Banyak yang menganggap bahwa ilmu fisika tentang dunia mikroskopik tersebut adalah khayalan atau teori belaka.  Namun pada kenyataan dunia fisika partikel elementer sudah dikaji fisikawan semenjak awal abad ke-20.  Dalam sejarahnya selama lebih kurang satu abad fisika partikel elementer telah memberikan kontribusi besar pada perkembangan sains (termasuk di luar fisika!) dan teknologi, baik secara langsung melalui penemuan-penemuan pada ranah mikroskopik; maupun secara tidak langsung melalui pengembangan riset dan teknologi untuk mendukung penelitian fisika partikel elementer.

Sebagaimana layaknya sains, fisika partikel elementer pun memiliki aspek teori maupun aspek eksperimen.  Selama ini masyarakat Indonesia (bahkan sebagian anggota masyarakat fisika Indonesia !) masih merasa bahwa bidang ini hanyalah kumpulan rumus-rumus dan perhitungan matematika yang ruwet. Sehingga timbul pendapat salah kaprah: Fisika Teori=Fisika Partikel. Pendapat ini sama sekali tidak benar, fisika partikel elementer juga memiliki aspek eksperimen.  Fisikawan partikel elementer mampu membuat alat, melakukan pengukuran, mengambil data, menganalisis data, membuat hipotesa, menarik kesimpulan dan menulis publikasi ilmiah. Teori dan perhitungan yang tampak sangat rumit di atas kertas atau dalam bentuk program komputer, bisa dilihat sebagai sinyal-sinyal listrik dari alat-alat penelitian. Melalui proses pengolahan data, sinyal-sinyal tersebut dapat ditafsirkan dan dikaji dalam konteks teori dan perhitungan yang rumit di awalnya.

Dalam blog ini saya akan memfokuskan dalam bidang fisika partikel elementer eksperimental (Experimental Elementary Particle Physics), yang selanjutnya akan saya singkat FPPE.  Terkadang saya juga akan menggunakan istilah Bahasa Inggris Experimental High Energy Physics (HEP-EX) secara bergantian dengan FPEE.

FPEE merupakan bidang penelitian yang sangat aktif. Penelitian dalam bidang FPEE memerlukan kombinasi dan integrasi berbagai disiplin ilmu: teknologi bahan dan material, mikroelektronika, teknologi sensor, teknologi instrumentasi, teknologi pendinginan, rekayasa perangkat lunak, teknologi komputer dan informatika, kecerdasan buatan, dan masih banyak lagi. Tingkat kerumitan dan kompleksitas dalam FPEE menjadikan penelitian bidang ini memerlukan kolaborasi dan kerjasama dari banyak pihak sehingga kemampuan negosiasi, komunikasi, dan diplomasi berperan penting dalam sukses penelitian dalam bidang FPEE.

Hingga saat ini hanya pernah ada lima orang Indonesia yang berhasil meraih doktor dalam bidang FPEE. Lima orang berarti lebih sedikit dari jumlah orang yang berhasil menjadi Presiden Indonesia (enam orang). Dari lima orang tersebut, tiga orang saat ini masih aktif (salah seorang diantaranya adalah penulis). Penulis berharap blog ini bisa menjadi sumber informasi dan inspirasi tentang FPEE sehingga dimasa depan ada lebih banyak orang Indonesia yang terjun dan berkarir dalam bidang FPEE.

Pada saat ini, tiga orang Indonesia yang masih aktif dalam bidang FPEE tersebut semuanya menjadi anggota eksperimen CMS (Compact Muon Solenoid), sebuah eksperimen fisika partikel yang terletak di akselerator LHC di laboratorium fisika partikel CERN.

CERN, The European Organization for Nuclear Research, adalah sebuah organisasi internasional yang memiliki tujuan tunggal untuk penelitian fisika partikel elementer pada skala jarak yang sangat kecil dan fundamental. CERN didirikan pada tahun 1954 dan terletak di dekat kota Jenewa, Swiss dan merupakan organisasi internasional dengan jumlah pegawai dan staf afiliasi terbesar di Jenewa (lebih besar dari perwakilan dan organisasi-organisasi PBB di Jenewa !). Beberapa fakta dan angka tentang CERN.

  • CERN merupakan organisasi internasional pada tingkat Eropa yang paling tua saat ini.
  • Jumlah negara anggota: sekitar 20.
  • Jumlah negara pengamat dan non-anggota yang terlibat dalam penelitian di CERN: sekitar 40 hingga 50.
  • Jumlah staf: sekitar 3000 orang.
  • Jumlah orang di luar staf CERN yang terlibat penelitian di CERN: sekitar 7000 hingga 8000 orang.
  • Jumlah perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang terlibat dalam penelitian di CERN: sekitar 500.
  • Anggaran per tahun: sekitar 1 milyar dolar AS.
  • Pemenang hadiah Nobel Fisika: 6 orang yakni Prof. Felix Bloch, Prof. Samuel Ting, Prof. Jack Steinberger, Prof. Carlo Rubbia, Ir. Simon van der Meer, Prof. Georges Charpak.  CERN juga telah menjadi tempat kerja beberapa fisikawan pemenang Hadiah Nobel Fisika seperti Prof. Abdus Salam, Prof. Gerardus ‘t Hooft, dan Prof. Martinus Veltman.
  • CERN merupakan tempat kelahiran The World Wide Web, teknologi komunikasi dengan jaringan Internet yang telah merubah dunia.

Lebih lanjut tentang CERN:

http://public.web.cern.ch/public/.

LHC, The Large Hadron Collider, adalah fasilitas penelitian sains terbesar di dunia. LHC merupakan sebuah mesin yang terletak dalam terowongan sepanjang 27 kilometer, 100 meter di bawah tanah, dan membentuk lingkaran dengan garis tengah delapan kilometer. Bandara Soekarno-Hatta dapat diletakkan di dalam lingkaran LHC. Tujuan LHC adalah untuk menciptakan kondisi yang serupa dengan kondisi awal Alam Semesta, yakni Ledakan Besar.

Lebih jauh tentang LHC:

http://lhc-machine-outreach.web.cern.ch/lhc-machine-outreach/.

http://public.web.cern.ch/public/en/LHC/LHC-en.html.

CMS merupakan salah satu dari beberapa eksperimen fisika partikel yang terkait dengan LHC. CMS memiliki sekitar 3000 anggota dari berbagai kenegaraaan dan kebangsaan dan latar belakang: insinyur, mahasiswa doktoral, peneliti, dan profesor.

Lebih jauh tentang CMS:

http://cms.web.cern.ch/cms/index.html.

7 comments
  1. linus said:

    apakah ada universitas di Indonesia yg salah satu jurusannya adalah fisika partikel

  2. Haryo said:

    Jawaban singkat.
    Untuk fisika partikel teori: ADA.
    Untuk fisika partikel eksperimen seperti yang saya kerjakan: TIDAK ADA.

    Jawaban lebih detail:
    Fisika partikel teori dikaji sebagai salah satu keahlian/kekhususan di Departemen Fisika di:

    1) Universitas Indonesia, alma mater saya.
    2) Institut Teknologi Bandung.
    3) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
    (ini sejauh yang bisa saya ingat, karena saya sudah lama sekali tidak aktif di dunia fisika Indonesia).

    Tiap-tiap institusi memiliki topik/titik berat bidang kajian berbeda-beda.

  3. chiang2x said:

    gw cuma seorang lulusan smu(jurusan IPS pula),gara2 startrek gw jadi tertarik ama hal2 yang bau fisika kuantum.bisa tolong kasih tau2 site2 yang buat belajar fisika kuantum untuk seorang newbie seperti gw?

  4. 2000 said:

    sebelumnya saya ucapkan kepada bapak atas terpilihnya salah satu putra terbaik indonesia yang bekerja di CERN.

    saya sangat menyukai fisika (Elementary Particle Physics) saya ingin menanyakan sejauh mana penelitian CERN mengenai partikel fundamental.

    apa tujuan akhir dari penelitian di CERN.

    apakah penelitian di CERN ada hubungannya dengan teori string/M-theori.

    mohon kiranya ada waktu bapak mampir dan diskusi dengan kami untuk bertukar informasi di kaskus.us link.

    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=939683

  5. Keren banget Pak.. Bisa di CERN… cuman tau CERN di buku Angel and Demon aja

  6. Pak Haryo, saat Collider beroperasi detektor partikel itu merekam tumbukan yang terjadi, saya berpikir data yang dihasilkan akan sangat banyak dalam sekejap, bagaimana data itu di tangani oleh computer center? Daya listrik yang digunakan pun sepertinya tidak sedikit? Saya ingin tahu sedikit Pak. Terima Kasih

  7. Pak Haryo, saat Collider beropersi maka saya pikir detektor akan merekan data yang ukuranya sangat besar, bagaimana data sebesar itu di olah/simpan? Apa sistemnya Grid computing? Hanya sedikit ingin tahu. Terimakasih banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: